Dasar-dasar Otomotif

Dasar-dasar Otomotif

Dasar-dasar Otomotif Yang Harus Diketahui Pemula.

Ingin belajar otomotif? Tenang saja, sama seperti ilmu-ilmu lainnya, Anda bisa kok belajar otomotif secara otodidak. Namun, dari mana kita sebaiknya belajar? Dari ilmu yang paling dasar, tentunya! Nah, kalau Anda tertarik untuk mencari dan mempelajari sendiri ilmu otomotif, coba deh belajar lima dasar dasar otomotif ini!

Dasar-dasar Otomotif

• Tipe Bodi
Ingin belajar otomotif, kok, tidak tahu tipe body otomotif. Sebelum mempelajari otomotif, ketahui dulu ada tipe kendaraan apa saja. Bodi otomotif umum sendiri terbagi jadi dua, yaitu motor dan mobil. Nah, kalau Anda tertarik otomotif mobil, ketahuilah bentuk sedan, jip, truk, mini bus, dan bus agar Anda bisa mencari ilmu yang spesifik mengajarkan tentang kendaraan yang ingin dipelajari kelak.

• Tipe Chasis
Kemudian, pelajari juga tentang chasis. Chasis adalah komponen utama otomotif. Kalau di mobil, biasanya chasis terletak dibawah mobil. Chasis sendiri merupakan rangkaian berbagai sistem yang mendukung kendaraan, diantaranya sistem rangka, rem, suspensi, kopling, kemudi, diferensial, transmisi, dan poros penggerak roda.
• Sistem Kelistrikan
Agar bisa bergerak, kendaraan membutuhkan tenaga. Nah, biasanya tenaga tersebut didapat dari listrik hasil konversi bahan bakar kendaraan tersebut. Jadi, Anda juga harus tahu juga soal kelistrikan, setidaknya yang berhubungan dengan otomotif. Sistem kelistrikan di otomtofi sendiri ada beberapa macam, yaitu baterai, starter, pengisian, penerangan, pengapian, pembersih kaca, pembersih udara, dan audio video. Selain itu, ilmu-ilmu kelistrikan dasar juga perlu diketahui agar Anda bisa mempelajari dan praktek memperbaiki sistem kelistrikan otomotif.

• Sistem Motor
Tentu saja, listrik memerlukan media agar bisa menggerakkan kendaraan. Nah, media tersebut adalah motor yang terdapat di dalam mesin kendaraan. Jadi, ketahui juga bagian-bagian motor kendaraan, yaitu piston, mekanisme katup, kepala dan blok silinder, sistem pembakaran, sistem pelumasan, serta sistem pendinginan. Tergantung tipe bodinya, mungkin tidak setiap komponen ini ada didalam mesin. Kalau ada pun, mungkin bentuknya berbeda-beda. Jadi, ketahui dulu komponen motor, baru deh belajar tipe-tipe mesin agar tidak bingung.

• Tipe Mesin
Eits, motor memang memiliki berbagai komponen. Namun, tidak hanya komponennya yang beragam – jenis-jenis motornya sendiri juga ada banyak macamnya. Komponen masing-masing jenis mesin sih kurang lebih sama. Namun, mereka dapat dibedakan dari perbedaan susunan pistonnya. Tipe-tipe mesin adalah single cylinder, straight engine alias inline sejajar atausegaris, mesin V, mesin U, mesin W, mesin flat, mesin H, mesin X, mesin radial, mesin delta, mesin rotari tanpa piston, dan masih banyak lagi!

Waduh, banyak sekali tipe-tipe mesin! Namun, tenang saja – asalkan Anda tidak bercita-cita jadi ahli semua mesin, cukup pilih tipe mesin yang dipakai tipe kendaraan yang Anda pelajari. Contohnya, mesin X merupakan tipe mesin pesawat tempur zaman WW2 dahulu. Mesin U paling sering ditemukan untuk sepeda motor jadi. Mesin H paling mudah ditemukan di model mobil balap. Nah, kalau Anda ingin mempelajari mesin konvensional saja, belajar saja straight engine karena mesin inilah yang digunakan mobil umum seperti Avanza, Innova, dan masih banyak lagi.
Jadi, apa saja sih lima dasar dasar otomotif? Anda harus tahu tipe bodi, chasis, sistem kelistrikan, sistem motor, dan tipe mesin yang mungkin akan Anda temui dalam dunia otomotif. Tenang saja, dasar-dasar ini mudah dicari kok materinya di internet. Kalau sudah tahu kelima dasar ini, mempelajari bagian-bagian lainnya pun akan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Close Menu